Waisak 2026 di Borobudur: Ini Jadwal Lengkap Rangkaian Acara dan Aturan bagi Pengunjung

Perayaan Tri Suci Waisak 2026 di Candi Borobudur berlangsung dengan berbagai rangkaian kegiatan keagamaan dan budaya yang diikuti ribuan umat Buddha dari dalam maupun luar negeri. Acara diawali dengan pengambilan Api Dharma dan Air Berkah, dilanjutkan kirab Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, hingga puncak peringatan detik-detik Waisak dan pelepasan lampion. Panitia juga menetapkan sejumlah ketentuan bagi pengunjung untuk menjaga ketertiban dan kekhusyukan selama perayaan berlangsung.

Magelang – Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE tahun 2026 kembali dipusatkan di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara diperkirakan akan menghadiri rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak akhir Mei hingga puncak perayaan pada 31 Mei 2026. 

Perayaan tahun ini mengusung tema tentang dharma sebagai sumber moral dan kebijaksanaan dengan subtema cinta kasih sebagai sumber perdamaian dunia. Selain menjadi momentum keagamaan, Waisak di Borobudur juga menjadi daya tarik wisata spiritual yang setiap tahun menyedot perhatian masyarakat luas. 

Rangkaian Kegiatan Waisak 2026

Sejumlah agenda telah disiapkan menjelang puncak Waisak. Kegiatan diawali dengan karya bakti di Taman Makam Pahlawan pada awal Mei, dilanjutkan bakti sosial pengobatan gratis pada 23–24 Mei di kawasan Borobudur. Selanjutnya dilakukan pengambilan Api Dharma dari Mrapen pada 29 Mei dan pengambilan Air Berkah dari Umbul Jumprit pada 30 Mei sebagai bagian dari tradisi sakral Waisak. 

Puncak perayaan berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026. Detik-detik Waisak diperingati pada pukul 15.44 WIB. Sebelum momen tersebut, umat Buddha akan mengikuti prosesi kirab dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur yang menjadi salah satu agenda utama perayaan. 

Rundown Puncak Acara di Borobudur

Berdasarkan jadwal yang telah diumumkan panitia, sejumlah kegiatan utama pada hari puncak Waisak meliputi:

  • Penukaran tiket pelepasan lampion mulai pukul 09.00 hingga 19.00 WIB.

  • Prosesi Waisak dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur pukul 10.00–11.00 WIB.

  • Prosesi ibadah dan kegiatan keagamaan di kawasan Taman Kenari berlangsung hingga sore hari.

  • Pembukaan area pelepasan lampion sesi pertama pada sore hari.

  • Pelepasan lampion sesi pertama dilaksanakan menjelang malam.

  • Acara Dharmasanti dan seremoni Waisak digelar pada malam hari di kawasan Taman Lumbini Borobudur. 

Selain prosesi keagamaan, pelepasan lampion menjadi salah satu agenda yang paling ditunggu pengunjung. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung dalam dua sesi untuk mengakomodasi tingginya jumlah peserta. 

Ketentuan bagi Pengunjung

Panitia mengimbau seluruh pengunjung untuk mematuhi aturan yang berlaku selama mengikuti rangkaian perayaan. Pengunjung diminta menjaga ketertiban, menghormati jalannya ibadah, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Bagi peserta pelepasan lampion, tiket harus ditukarkan sesuai jadwal yang telah ditentukan. 

Selain itu, kawasan Borobudur diperkirakan akan dipadati ribuan pengunjung sehingga masyarakat disarankan datang lebih awal, menggunakan pakaian yang sopan, dan menjaga kebersihan lingkungan selama berada di area candi. 

Dengan rangkaian acara yang berlangsung selama beberapa hari, Waisak 2026 di Borobudur tidak hanya menjadi perayaan keagamaan umat Buddha, tetapi juga simbol toleransi dan kerukunan yang dapat disaksikan oleh masyarakat luas.